Make your own free website on Tripod.com

Evaluasi Kegunaan Rasio Keuangan

3. METODE PENELITIAN

A. Sifat dan Desain Penelitian

Penelitian ini didesain sebagai suatu studi empiris. Dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan, yaitu untuk membuktikan kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang, penelitian ini pada dasarnya menguji hubungan linier antara variabel independen yaitu rasio-rasio keuangan yang dihitung perubahan relatifnya dengan perubahan laba untuk satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun yang akan datang sebagai variabel dependen, sehingga model prediksinya adalah:

 

        ,        (1)

 

di mana :

D Et

=

perubahan laba untuk periode t

D Fr1, 2,...., k

=

perubahan relatif rasio keuangan ke-1, 2, ...., k

b0

=

intercept, perubahan laba yang diasumsikan jika tidak dihubungkan dengan perubahan relatif rasio keuangan

b1, 2, .., k

=

koefisien arah regresi rasio keuangan ke-1, 2, ..., k

e

=

kesalahan residu

i

=

data observasi ke-i.

 

Hubungan yang diasumsikan di dalam desain penelitian ini mengikuti model linier. Asumsi ini didasari oleh alasan periode prediksi yang ditetapkan yang relatif pendek, yaitu untuk satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun yang akan datang.

B. Spesifikasi Variabel

Varialel dependen penelitian ini adalah perubahan laba. Perubahan laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah perubahan laba relatif. Digunakannya angka laba relatif didasari alasan angka laba tersebut lebih representatif dibandingkan laba absolut yang dimaksudkan untuk menghindari pengaruh ukuran perusahaan (Machfoedz, 1994). Secara formal, penghitungan perubahan laba relatif adalah:

 

        ,        (2)

 

di mana :

DEi,t

=

perubahan laba untuk periode t

Ei,t

=

laba absolut pada periode yang dihitung angka perubahannya

Ei,t-1

=

laba absolut pada periode satu tahun sebelumnya

i

=

data observasi ke-i.

 

Indikator perubahan laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba sebelum pajak, tidak termasuk item extra ordinary dan discontinued operation. Penggunaan laba sebelum pajak sebagai indikator perubahan laba dimaksudkan untuk menghindari pengaruh penggunaan tarif pajak yang berbeda antar periode yang dianalisis. Alasan mengeluarkan item extra ordinary dan discontinued operation dari laba sebelum pajak adalah untuk menghilangkan elemen yang mungkin meningkatkan perubahan laba yang tidak akan timbul dalam periode yang lainnya (Zainuddin dan Hartono, 1994).

Variabel independen penelitian ini adalah perubahan relatif rasio keuangan. Alasan penggunaan angka relatif rasio keuangan ini juga dimaksudkan untuk menghindari pengaruh variasi besaran perusahaan, sehingga formula penghitungannya adalah:

 

        ,        (3)

di mana :

DFrt

=

perubahan relatif rasio keuangan untuk periode t

Frt

=

rasio keuangan pada periode t

Fr(t-1

=

rasio keuangan periode t 1

I

=

data observasi ke-i.

 

Rasio-rasio keuangan yang dimasukkan ke dalam analisis sebanyak 49 yang diambil dari beberapa textbook tentang analisis keuangan serta dari penelitian-penelitian sebelumnya, terutama yang dilakukan oleh Machfoedz (1994). Ke-49 rasio keuangan tersebut disajikan dalam Lampiran 1.

C. Sampel dan Data

Populasi terbatas yang diteliti meliputi perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan tahunannya di Pasar Modal. Pembatasan populasi yang hanya meliputi perusahaan-perusahaan yang go public dimaksudkan untuk menghindari pengaruh perbedaan karakteristik antara perusahaan yang go public dengan perusahaan yang tidak go public (Zainuddin dan Hartono, 1999).

Dari populasi tersebut, mula-mula sampel diambil secara purposive, yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang mempublikasikan laporan keuangannya pada tahun 1993, 1994, 1995, 1996, dan 1997. Kemudian, dari sampel yang memenuhi kriteria tersebut dipilih sampel acak (random) dengan menggunakan angka random sebanyak 62 perusahaan (50% dari jumlah populasi) untuk dijadikan sampel penelitian.

Data penelitian ini adalah laba dan rasio keuangan yang tersedia dan dapat dihitung dari laporan keuangan. Dari laporan keuangan yang masuk ke dalam sampel, laporan keuangan tahun 1993 dan 1994 digunakan untuk menghitung perubahan relatif rasio keuangan. Laporan keuangan tahun 1994, 1995, 1996, dan 1997 digunakan untuk menghitung perubahan laba.

D. Metode Analisis

Dalam rangka menguji hubungan linier antara perubahan laba sebagai variabel dependen dengan perubahan relatif rasio-rasio keuangan sebagai variabel independen dilakukan pemilihan atas 49 rasio keuangan sebagaimana tersaji pada Lampiran 1, sehingga diperoleh rasio-rasio keuangan yang secara signifikan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba. Metode pemilihan variabel yang digunakan adalah stepwise regression dengan kriteria seleksi pada tingkat alpha 10% dan kriteria eliminasi pada tingkat alpha 12,5%. Dengan metode ini, rasio-rasio keuangan yang telah dihitung perubahan relatifnya sebagai variabel independen mula-mula dipilih yang memiliki korelasi parsial terbesar untuk kemudian diuji tingkat signifikansi hubungannya dengan perubahan laba. Jika tingkat alphanya sama dengan atau lebih kecil dari kriteria seleksi 10% maka rasio keuangan tersebut akan dimasukkan ke dalam model prediksi. Langkah berikutnya dilakukan dengan cara yang sama dengan langkah pertama, hanya saja pada setiap langkah memasukkan satu variabel ke dalam model akan dilakukan pengujian atas model yang baru terbentuk tersebut. Jika pada sejumlah rasio keuangan yang telah dimasukkan terdapat rasio keuangan yang karena pengaruh rasio keuangan lainnya memiliki tingkat alpha di atas kriteria eliminasi 12,5%, maka rasio keuangan tersebut akan dihilangkan dari model prediksi. Langkah seleksi dan eliminasi ini akan dihentikan jika dari sekian banyak rasio keuangan yang belum dimasukkan sudah tidak ada lagi yang memiliki korelasi parsial dengan perubahan laba pada tingkat alpha yang sama dengan atau lebih kecil dari kriteria seleksi 10%, sedangkan model prediksi yang telah terbentuk sudah tidak lagi mengandung rasio keuangan yang memiliki tingkat alpha di atas kriteria eliminasi 12,5%. Di antara metode pemilihan variabel yang baku yang tersedia, stepwise regression relatif memiliki kelebihan karena dengan prosedur seleksi dan eliminasi yang dilakukan pada setiap langkahnya memungkinkan analisis secara detail atas variabel-variabel yang akhirnya dimasukkan ke dalam model prediksi, baik secara individual maupun gabungan dari variabel-variabel tersebut (Mendenhall dan Reinmuth, 1982).

Hipotesis nol (null hypothesis) penelitian ini akan ditolak dalam arti terdapat hubungan yang signifikan antara rasio keuangan dengan perubahan laba di masa yang akan datang, jika setidaknya terdapat satu rasio keuangan yang terseleksi sebagai prediktor perubahan laba untuk masing-masing periode yang dianalisis. Sebaliknya hipotesis nol (null hypothesis) akan diterima dalam arti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasio keuangan dengan perubahan laba di masa yang akan datang, jika tidak terdapat satu pun rasio keuangan yang terseleksi sebagai prediktor perubahan laba. Keseluruhan analisis dan pengujian statistik dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak SPSS for Windows.