Make your own free website on Tripod.com

Evaluasi Kegunaan Rasio Keuangan

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Di dalam masyarakat bisnis, akuntansi dikenal sebagai bahasa. Hal ini dikarenakan fungsi akuntansi yang merupakan media komunikasi di antara para pelaku bisnis dan ekonomi. Informasi akuntansi sebagaimana tersaji di dalam laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan perusahaan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu, prestasi operasi dalam suatu rentang waktu, serta informasi lainnya yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan. Ditinjau dari sudut pandang manajemen, laporan keuangan merupakan media bagi mereka untuk mengkomunikasikan performance keuangan perusahaan yang dikelolanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sedangkan ditinjau dari sudut pandang pemakai, informasi akuntansi diharapkan dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang rasional dalam praktek bisnis yang sehat.

Untuk dapat menginterpretasikan informasi akuntansi yang relevan dengan tujuan dan kepentingan pemakainya telah dikembangkan seperangkat teknik analisis yang didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan. Salah satu teknik tersebut yang populer diaplikasikan dalam praktek bisnis adalah analisis rasio keuangan.

Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukkan resiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan. Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktek bisnis pada kenyataannya bersifat subjektif tergantung kepada untuk apa suatu analisis dilakukan dan dalam konteks apa analisis tersebut diaplikasikan (Helfert, 1991).

Pesatnya perkembangan yang terjadi pada pendekatan positivistik dalam penyusunan teori akuntansi telah mendorong dilakukannya studi-studi akuntansi yang menghubungkan rasio keuangan dengan fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapan akan dapat ditemukan berbagai kegunaan objektif rasio keuangan. Beberapa yang telah dilakukan di antaranya adalah yang menguji kegunaan rasio keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan (Winakor dan Smith, 1930; Altrman, 1968; Dambolena dan Khoury, 1980; Whittred dan Zimmer, 1984; Houghton, 1984; Robertson, 1985; Thomson, 1991), memprediksi keuntungan saham (O’Conner, 1973; Ou dan Penman, 1989; Barlev dan Livnat, 1990), memprediksi bond rating (Pinches dkk, 1973; Lee dkk, 1982), menggolongkan perusahaan merger (Simkowitz dan Monroe, 1971; Rege, 1984), dan memprediksi perubahan laba (Freeman dkk, 1982; Ou, 1990; Penman, 1992; Machfoedz, 1994; Zainuddin dan Hartono, 1999).

Akan tetapi, berbagai temuan dari penelitian yang telah dilakukan tersebut sebenarnya masih jauh dari memadai jika yang diinginkan adalah sebuah konstruksi formal teori analisis rasio keuangan. Ini terlihat dari hasil-hasil penelitian yang masih cenderung tidak konsisten untuk waktu dan tempat yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan kontradiktif terhadap yang lainnya.

Dalam konteks permasalahan inilah, penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya yang menyangkut kegunaannya dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang. Pemilihan laba akuntansi sebagai fenomena yang diprediksi di dalam penelitian ini didasari oleh alasan penelitian-penelitian sejenis masih relatif jarang dilakukan, khususnya di Indonesia. Jika rasio keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba di masa yang akan datang, temuan ini tentu merupakan pengetahuan yang cukup berguna bagi para pemakai laporan keuangan yang secara real maupun potensial berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasio keuangan ternyata tidak cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentang inkonsistensi temuan-temuan empiris sebelumnya. Dalam kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian, laba perusahaan, atau mungkin sekali fenomena-fenomena akuntansi lainnya yang mana pun, tampaknya tidak cukup hanya didekati secara positivistik yang dalam terang metodologinya cenderung mereduksi atau menyederhanakan permasalahan-permasalahan akuntansi yang dalam kenyataannya sangat kompleks.

Akar pemikiran penelitian yang penulis lakukan berasal dari Machfoedz (1994). Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan yang dilakukan Machfoedz (1994) terletak pada :

  1. Rasio-rasio keuangan yang dianalisis di dalam penelitian ini berjumlah 49, mengalami penambahan dari yang dilakukan Machfoedz (1994) yang berjumlah 47 rasio keuangan.
  2. Periode prediksi penelitian ini meliputi perubahan laba satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun yang akan datang, sedangkan yang dilakukan Machfoedz (1994) hanya meliputi satu tahun dan dua tahun yang akan datang.
  3. Metode pemilihan variabel untuk menganalisis rasio keuangan di dalam penelitian ini diaplikasikan untuk semua periode prediksi. Ini berbeda dengan yang dilakukan Machfoedz (1994) yang hanya memilih rasio keuangan yang signifikan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang dan kemudian memasukkan rasio-rasio keuangan terpilih tersebut sebagai prediktor perubahan laba dua tahun yang akan datang. Dengan diterapkannya metode pemilihan variabel untuk setiap periode prediksi memungkinkan diperolehnya model prediksi yang berbeda antar periode prediksi yang dianalisis.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul EVALUASI KEGUNAAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA DI MASA YANG AKAN DATANG: Suatu Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

B. Permasalahan

Berdasarkan uraian di atas, pertanyaan penelitian (research questions) di dalam penelitian ini terbatas pada:

  1. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba satu tahun yang akan datang?
  2. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba dua tahun yang akan datang?
  3. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba tiga tahun yang akan datang?
  4. Apakah rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba berbeda untuk satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun yang akan datang?

C. Tujuan Penelitian

Sebagaimana telah dinyatakan sebelumnya, penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris tentang kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang. Secara definitif, penelitian ini ditujukan untuk:

  1. Memberikan temuan empiris mengenai kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang.
  2. Memberikan temuan empiris mengenai kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba dua tahun yang akan datang.
  3. Memberikan temuan empiris mengenai kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba tiga tahun yang akan datang.
  4. Memberikan temuan empiris mengenai perbedaan rasio-rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba untuk satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun yang akan datang.

D. Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi penulis, penelitian ini merupakan pelatihan intelektual (intellectual exercise) yang diharapkan dapat mempertajam daya pikir ilmiah serta meningkatkan kompetensi keilmuan dalam disiplin yang digeluti.
  2. Bagi masyarakat ilmiah, penelitian ini diharapkan akan melengkapi temuan-temuan empiris di bidang akuntansi bagi kemajuan dan pengembangannya di masa yang akan datang.
  3. Bagi masyarakat bisnis, penelitian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan mutakhir mengenai kegunaan prediktif rasio keuangan terhadap perubahan laba di masa yang akan datang.