Make your own free website on Tripod.com

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
di Indonesia

 
WARSIDI & ZAKI BARIDWAN

 

ABSTRAK

Penelitian ini menginvestigasi relevansi nilai informasi akuntansi di Indonesia dan perubahan relevansi nilai tersebut selama periode 1990-2000 dengan menggunakan sampel perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Fondasi teoretis yang mendasari adalah rerangka penilaian sebagaimana dikembangkan oleh Ohlson (1995) yang menyatakan harga saham sebagai fungsi dari earnings dan nilai buku.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa model yang diderivasi dari rerangka penilaian tersebut cukup kuat (robust) sehingga bisa digunakan untuk mengukur relevansi nilai informasi akuntansi di Indonesia. Earnings dan nilai buku, baik secara gabungan ataupuan secara individual, terbukti terkait dengan harga saham. Konsisten dengan Collins et al. (1997), penelitian ini juga menemukan penurunan (peningkatan) relevansi nilai dari earnings (nilai buku) setidaknya selama periode sampel, tetapi tidak berhasil menemukan pola kenaikan atau penurunan dalam kaitannya dengan relevansi nilai gabungan. Meskipun demikian, temuan ini juga mengisyaratkan terdapatnya pergeseran relevansi nilai dari earnings ke nilai buku sepanjang waktu. Penelitian ini juga menemukan bahwa pada perusahaan-perusahaan yang melaporkan earnings negatif, nilai buku tampak lebih relevan dibandingkan earnings dan bahwa frekuensi perusahaan yang melaporkan earnings negatif terbukti menjelaskan, setidaknya sebagian, pergeseran relevansi nilai dari earnings ke nilai buku.

 

Kata-kata kunci: relevansi nilai gabungan, relevansi nilai relatif, relevansi nilai incremental, earnings negatif.