Make your own free website on Tripod.com

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi

3. METODE PENELITIAN

A. Model Analisis

Rerangka penilaian Ohlson (1995) mengimplikasi nilai ekuitas sebuah perusahaan sebagai fungsi dari earnings dan nilai buku:

 

        ,        (1)

 

Dalam penelitian ini, direpresentasi oleh nilai selembar saham perusahaan i tiga bulan setelah akhir tahun fiskal t, direpresentasi oleh earnings per saham (EPS) perusahaani I selama tahun t, direpresentasi dengan nilai buku (book values) per lembar saham perusahaan i selama tahun t, dan informasi yang memiliki relevansi nilai lainnya dari perusahaan i untuk tahun t yang ortogonal dengan earnings dan nilai buku. didefinisi sebagai nilai selembar saham perusahaan i tiga bulan setelah akhir tahun fiskal dengan asumsi bahwa pada waktu itu harga saham telah mencerminkan semua informasi yang tersedia di pasar (Collins et al., 1997). Persamaan (1) di atas digunakan untuk mengukur relevansi nilai gabungan yang koefisien determinasinya, dinyatakan dengan R2[TOTAL], merupakan ukuran kemampuan earnings dan nilai buku secara bersama-sama untuk menjelaskan variasi harga sekuritas.

Penelitian ini mendefinisi relevansi nilai relatif (relative value-relevance) dan relevansi nilai incremental (incremental value-relevance) sebagaimana yang telah diberikan oleh Biddle et al. (1995). Dalam membandingkan dua sumber informasi, salah satunya bisa memiliki relevansi nilai yang lebih besar dari, lebih kecil dari, atau sama dengan relevansi nilai yang diberikan oleh yang lainnya. Sebagai contoh, earnings bisa memiliki kemampuan menjelaskan yang lebih tinggi dibandingkan nilai buku atau sebaliknya dan oleh karena itu memiliki relevansi nilai relatif yang lebih besar. Relevansi nilai incremental mengandung arti bahwa salah satu sumber informasi bisa memberikan informasi "yang melampaui yang diberikan oleh yang lainnya." Baik earnings ataupun nilai buku bisa memiliki kemampuan menjelaskan yang melampaui yang diberikan oleh yang lainnya, terlepas dari yang mana di antara keduanya yang memiliki informasi relatif lebih besar.

Untuk mengukur relevansi nilai relatif earnings dan relevansi nilai relatif nilai buku penelitian ini menggunakan regresi univariat harga dengan earnings dan harga dengan nilai buku sebagai berikut:

 

        ,        (2)

        ,        (3)

 

Koefisien-koefisien determinasi dari persamaan (2) dan (3), yang dinyatakan dengan R2[E] dan R2[BV] berturut-turut merupakan ukuran kemampuan earnings dan nilai buku secara terpisah untuk menjelaskan variasi harga sekuritas. Lebih lanjut, relevansi nilai incremental earnings, yang dinyatakan dengan INCR_E, diukur dengan menghitung selisih antara R2[TOTAL] dengan R2[BV], demikian juga relevansi nilai incremental nilai buku, yang dinyatakan dengan INCR_BV, diukur dengan menghitung selisih antara R2[TOTAL] dengan R2[E].

Untuk menyelidiki apakah relevansi nilai dari earnings dan nilai buku memiliki pola kenaikan atau penurunan sepanjang waktu, penelitian ini meregresi R2[TOTAL], INCR_E, dan INCR_BV masing-masing dengan variabel trend waktu:

 

        ,        (4)

        ,        (5)

        ,        (6)

 

di mana TIME adalah 1, 2, ., 11 yang sesuai dengan periode penelitian dari tahun 1990 sampai dengan 2000. Kemampuan menjelaskan incremental dikatakan telah menurun (meningkat) sepanjang waktu jika secara signifikan bertanda negatif (positif).

Dengan mengadopsi teknik yang digunakan oleh Collins et al. (1997), dampak dari pelaporan earnings negatif terhadap relevansi nilai incremental dari earnings dan nilai buku diuji dengan membagi sampel ke dalam dua kelompok, yaitu sampel dengan earnings negatif dan sampel dengan earnings positif. Akan tetapi, berbeda dengan Collins et al. (1997) yang menggunakan angka earnings "core" sebagai dasar pengelompokan sampel, penelitian ini menggunakan earnings "bottom line." Ini berarti penelitian ini tidak memisahkan pengaruh yang berasal dari earnings "core" dan yang berasal dari item-item khusus dan item-item tidak berulang. Untuk masing-masing kelompok sampel tersebut relevansi nilai incremental dari earnings dan nilai buku dibandingkan. Jika kemampuan menjelaskan incremental dari earnings (nilai buku) untuk sampel dengan earnings negatif lebih kecil (lebih besar) dibandingkan dengan yang untuk sampel dengan earnings positif, maka bisa disimpulkan bahwa nilai buku menjadi lebih relevan dan earnings menjadi kurang relevan untuk perusahaan yang mengalami earnings negatif.

Collins et al. (1997) mengisyaratkan bahwa relevansi nilai dari earnings dan nilai buku akan bergerak berkebalikan satu sama lain. Ini berarti ketika relevansi nilai earnings mengalami penurunan sepanjang waktu, penurunan tersebut akan digantikan oleh meningkatnya relevansi nilai dari nilai buku. Salah satu faktor yang terbukti berpengaruh terhadap pergerakan ini, di antara yang lain-lainnya, adalah earnings negatif. Jika berdasarkan pengujian sebelumnya diperoleh bukti berkenaan dengan terjadinya penurunan relevansi nilai dari earnings dan peningkatan relevansi nilai dari nilai buku sepanjang waktu, penelitian ini juga mengamati apakah pergeseran tersebut bisa dijelaskan oleh frekuensi earnings "bottom line" negatif. Untuk itu penelitian ini menambahkan proksi untuk frekuensi earnings negatif ke dalam persamaan (4), (5), dan (6) sehingga menjadi:

 

        ,        (7)

        ,        (8)

        ,        (9)

 

di mana TIME adalah 1, 2, ., 11 yang sesuai dengan periode penelitian dari tahun 1990 sampai dengan 2000 dan LOSS adalah persentase perusahaan sampel dalam tahun t yang memiliki earnings negatif.

B. Seleksi Sampel

Sampel penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan mempublikasi laporan keuangannya pada tahun-tahun 1990, 1991,,2000. Ini berarti perusahaan-perusahaan yang baru mendaftarkan sahamnya dalam tahun-tahun yang dicakup dalam penelitian ini juga akan dimasukkan ke dalam sampel. Demikian halnya perusahaan-perusahaan yang semula terdaftar dan kemudian delisted akan menjadi sampel penelitian ini selama perusahaan-perusahaan tersebut terdaftar. Tidak digunakannya sampel yang konstan dari tahun ke tahun terutama dimaksudkan untuk menghindari survivor bias, yaitu bias yang timbul karena analisis hanya didasarkan kepada perusahaan-perusahaan yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Adapun kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan berakhir tahun fiskal 31 Desember.
  2. Data earnings tahunan, nilai buku, dan harga saham tersedia. Earnings yang dianalisis adalah earnings per saham selama satu tahun fiskal, nilai buku adalah nilai buku per saham pada akhir tahun fiskal, dan harga adalah harga saham penutupan tiga bulan setelah akhir tahun fiskal.
  3. Aktiva total dan ekuitas pemegang saham bernilai positif. Kriteria ini ditetapkan karena tidak jelasnya hubungan teoretis antara nilai buku yang negatif dengan harga saham.

Data earnings tahunan dan nilai buku diperoleh dari database Bursa Efek Jakarta yang tersedia secara online di http://www.jsx.co.id/. Harga saham diperoleh dari database Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.