Make your own free website on Tripod.com

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini terdapat klaim dan keprihatinan, khususnya di kalangan masyarakat akuntansi Amerika Serikat, bahwa laporan keuangan berbasis kos historis telah kehilangan sebagian besar relevansinya bagi investor yang diakibatkan oleh perubahan besar-besaran dalam perekonomian, yaitu dari perekonomian industrial ke perekonomian berteknologi tinggi dan berorientasi jasa. Keprihatinan tersebut berikut implikasi-implikasinya bagi akuntan keuangan, auditor, penyusun standar, dan akuntan pendidik, telah mendorong dilakukannya sejumlah penelitian dan diajukannya inisiatif-inisiatif kebijakan yang tujuan umumnya adalah untuk memperbaiki model pelaporan keuangan yang sekarang ini berlaku (Francis & Schipper, 1999).

Keprihatinan dan klaim tersebut terungkap dalam laporan komite khusus pelaporan keuangan AICPA serta dalam berbagai artikel akuntansi. Sebagai contoh, Rimerman (1990) mencatat:

"Financial statements users are turning increasingly to other sources to meet needs which are not being met by the information such statements contain. As more and more other data and analyses become available, the relative importance of financial statements decreases within the context of the total range of available information."

Dalam sebuah diskusi mengenai auditing, Elliott (1995) menyatakan:

"The large part of immediate problem is the limited usefulness of today's financial statements. They do not, for example, reflect information-age assets, such as information, capacity for innovation, and human resources. As a consequence, they have been a declining proportion of the information inputs to investors' decision making."

Keterbatasan manfaat laporan keuangan ini mungkin disebabkan standar dan praktik akuntansi yang telah berubah dengan cara atau arah yang berbeda dari yang seharusnya menyampaikan informasi yang mengandung relevansi nilai (Francis & Schipper, 1999).

Serangkaian penelitian juga telah dilakukan untuk memberikan validasi empiris atas klaim dan keprihatinan di atas, baik yang sekedar dimaksudkan untuk mengamati sejauh mana informasi akuntansi memiliki relevansi dengan nilai perusahaan (Harris et al., 1994; Hayn, 1995; Amir & Lev, 1996; Elliott & Hanna, 1996; Basu, 1997) maupun yang lebih jauh mengamati pola perubahan relevansi nilai tersebut sepanjang waktu (Collins et al., 1997; Graham et al., 1998; Francis & Schipper, 1999; Lev dan Zarowin, 1999; Ely & Waymire, 1999; Rees, 1999). Meskipun demikian, inkonsistensi di antara temuan-temuan penelitian tersebut masih tampak mencolok terutama berkenaan dengan arah kenaikan dan penurunan sepanjang waktu relevansi nilai informasi akuntansi dan menyangkut faktor-faktor atau fenomena yang terkait dengan isu tersebut. Adapun beberapa faktor yang umumnya dikaitkan dengan isu relevansi nilai adalah: (1) penggunaan aktiva-aktiva tidak berwujud, (2) pelaporan earnings negatif, (3) pelaporan item-item khusus dan item-item tidak berulang, (4) ukuran perusahaan, dan (5) konservatisme akuntansi.

Meskipun setting yang melatarbelakangi praktik akuntansi dan pasar modal berbeda untuk setiap negara dan perekonomian, klaim dan keprihatinan di atas telah membangkitkan pertanyaan berkenaan dengan bagaimana relevansi nilai informasi akuntansi di Indonesia. Oleh karena itulah, penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki relevansi nilai informasi akuntansi dengan menggunakan sampel perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Mengingat masih terbatasnya data time-series di Indonesia, baik yang menyangkut data pasar maupun informasi akuntansi, periode penelitian ini hanya meliputi sebelas tahun dari 1990 sampai dengan 2000 yang dalam rentang waktu tersebut pasar modal Indonesia telah menjadi modern sebagaimana bentuknya yang sekarang ini.

Penelitian ini menggunakan rerangka penilaian (valuation framework) yang diberikan oleh Ohlson (1995). Spesifikasi model yang digunakan adalah model harga (price model) yang diderivasi dari model informasi linier (linear information medel) Ohlson (1995). Model tersebut menyatakan harga saham sebagai fungsi dari earnings dan nilai buku ekuitas.

Penelitian ini juga mengamati trend sepanjang waktu relevansi nilai dari earnings dan nilai buku untuk melihat ada atau tidak adanya pola kenaikan atau penurunan relevansi nilai ukuran-ukuran akuntansi tersebut di Indonesia. Meskipun demikian, dengan terbatasnya data time-series, penelitian ini terutama dimaksudkan untuk melihat sejauh mana informasi akuntansi di Indonesia tercermin dalam harga sekuritas.

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hayn (1995), Elliott & Hanna (1996), dan Collins et al. (1997), analisis juga dilanjutkan dengan penyelidikan atas dampak dari pelaporan earnings negatif dan frekuensinya terhadap relevansi nilai dari earnings dan nilai buku. Terutama setelah terjadinya krisis ekonomi dan keuangan pada tahun 1997, perusahaan-perusahaan di Indonesia umumnya dicirikan oleh meluasnya kerugian yang terjadi hampir di setiap sektor vital perekonomian.

B. Permasalahan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, pertanyaan penelitian ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah fakta empiris yang terkait dengan relevansi nilai dari earnings dan nilai buku di Indonesia?
  2. Apakah relevansi nilai dari earnings dan nilai buku akuntansi di Indonesia memiliki pola kenaikan atau penurunan sepanjang waktu?
  3. Apakah pelaporan earnings negatif dan frekuensinya berpengaruh terhadap relevansi nilai dari earnings dan nilai buku akuntansi di Indonesia?

C. Tujuan Penelitian

  1. Memberikan temuan empiris mengenai relevansi nilai dari earnings dan nilai buku di Indonesia.
  2. Memberikan temuan empiris mengenai ada atau tidak adanya pola kenaikan atau penurunan sepanjang waktu relevansi nilai dari earnings dan nilai buku di Indonesia.
  3. Memberikan temuan empiris mengenai ada atau tidak adanya pengaruh pelaporan earnings negatif dan frekuensinya terhadap relevansi nilai dari earnings dan nilai buku di Indonesia.

D. Kegunaan Penelitian

  1. Bagi penulis, penelitian ini merupakan pelatihan intelektual (intellectual exercise) yang diharapkan dapat mempertajam daya pikir ilmiah serta meningkatkan kompetensi keilmuan dalam disiplin yang digeluti.
  2. Bagi masyarakat ilmiah, penelitian ini diharapkan akan melengkapi temuan-temuan empiris di bidang akuntansi bagi kemajuan dan pengembangannya di masa yang akan datang.
  3. Bagi masyarakat bisnis, penelitian ini merupakan validasi empiris berkenaan dengan relevansi informasi akuntansi di Indonesia untuk tujuan penilaian perusahaan.