Make your own free website on Tripod.com

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi

5. PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini menguji relevansi informasi akuntansi di Indonesia untuk tujuan penilaian perusahaan dan perubahannya sepanjang waktu. Fondasi teoretis yang mendasari adalah rerangka penilaian yang diberikan oleh Ohlson (1995). Sampel penelitian yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun-tahun 1990, 1991,, 2000.

Hasilnya menunjukkan bahwa earnings dan nilai buku secara bersama-sama memiliki kemampuan dalam menjelaskan variasi harga sekuritas di Indonesia. Sebagai informasi yang terpisah, earnings dan nilai buku juga merupakan informasi yang relevan dalam penilaian ekuitas. Pada tahun 1991 nilai buku tampak tidak memiliki informasi incremental karena semua informasi yang dikandungnya telah dicakup sepenuhnya oleh earnings, hal yang sebaliknya terjadi pada tahun 1998 ketika earnings tidak memiliki relevansi nilai incremental relatif terhadap nilai buku. Pada tahun 1997, 1998, 1999, dan 2000, nilai buku terlihat lebih relevan dibandingkan earnings yang bisa disebabkan oleh komponen transitory yang lebih besar pada tahun-tahun tersebut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya atau nilai buku yang menjadi lebih relevan dengan nilai pelepasan perusahaan atau kedua-duanya. Temuan ini secara intuitif mengarahkan kepada kesimpulan bahwa telah terjadi pergeseran relevansi nilai dari earnings ke nilai buku sebagaimana yang diisyaratkan oleh Collins et al. (1997). 

Pergerakan berbalik ini terbukti secara empiris dalam penelitian ini yang menemukan adanya penurunan (peningkatan) relevansi nilai incremental earnings (nilai buku) sepanjang waktu. Akan tetapi, penelitian ini tidak berhasil menemukan adanya pola sistematis perubahan relevansi nilai gabungan earnings dan nilai buku. 

Penelitian ini juga menemukan bukti empiris bahwa pada perusahaan-perusahaan dengan earnings negatif, nilai buku akan menjadi lebih relevan dibandingkan earnings. Terbukti pula bahwa earnings negatif telah menurunkan relevansi nilai incremental earnings sepanjang waktu. Berkenaan dengan relevansi incremental nilai buku, temuan penelitian ini mengisyaratkan perlunya mengeksplorasi variabel-variabel baru selain frekuensi pelaporan earnings negatif yang mungkin bisa turut menjelaskan pola kenaikan relevansi nilai buku sepanjang waktu yang ditemukan dalam penelitian ini. 

B. Keterbatasan dan Penelitian Masa Depan 

Kehati-hatian harus digunakan dalam menginterpretasi inferensi statistis yang diperoleh terutama yang menyangkut analisis time-series. Analisis time-series menggunakan regresi ordinary least-square (OLS) dengan melibatkan hanya sebelas observasi yang oleh karena itu temuan-temuannya mungkin masih sangat sensitif terhadap penambahan atau penghilangan observasi yang mendasari model. Sebagai pembanding, penelitian masa depan sebaiknya menggunakan instrumen yang berbeda yang memungkinkan dilakukannya pengujian terhadap sampel kecil. Penggunaan alat-alat uji nonparametrik merupakan alternatif yang baik untuk maksud tersebut. 

Penelitian ini hanya menguji pelaporan earnings negatif dan frekuensinya sebagai penjelasan atas ditemukannya pola dan pergerakan berbalik dari kenaikan (penurunan) relevansi nilai incremental nilai buku (earnings) di Indonesia. Hasil yang diperoleh mengisyaratkan perlunya dipertimbangkan variabel-variabel baru yang mungkin turut menjelaskan pergeseran ini. Collins et al. (1997) dan penelitian-penelitian sejenis yang kebanyakan menggunakan sampel di Amerika Serikat mengaitkan pergeseran tersebut dengan penggunaan aktiva-aktiva tidak berwujud, pelaporan earnings, pelaporan item-item khusus dan item-item tidak berualang, ukuran perusahaan, dan konservatisme akuntansi. Meskipun demikian, untuk konteks sampel yang lain dan dengan setting yang beraneka ragam faktor-faktor yang terkait dengan relevansi nilai informasi akuntansi mungkin saja berbeda.